Bibit Burung Puyuh (pict)
Apakah anda sudah pernah melihat burung puyuh sebelumnya? Burung puyuh termasuk dalam jenis unggas yang berukuran kecil, berkaki pendek, namun tidak bisa terbang. Mungkin sebagian dari anda sudah mulai mengenalnya dan ingin mendalaminya.

Saat ini apakah anda ingin memulai bisnis? Lalu apa anda masih bingung ingin memulai bisnis apa? Beternak burung puyuh adalah salah satu jawaban yang tepat. Selama beberapa tahun belakangan, bisnis ini tengah booming di Indonesia. Hal ini karena beternak burung puyuh adalah salah satu bisnis unggas yang sangat mudah dan prospektif untuk dijalankan.

Secara umum bisnis burung puyuh dapat dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu untuk menghasilkan telur, menghasilkan daging dan pembibitan. Seekor burung puyuh mampu menghasilkan setidaknya 1 butir telur burung puyuh setiap hari dalam periode produktifnya yang berlangsung selama 11 bulan apabila anda melakukan pemeliharaan secara intensif. Anda juga dapat menjual daging burung puyuh jantan yang berlebih di peternakan anda. Dan yang terakhir yang menurut saya paling menguntungkan adalah menjual bibit burung puyuh.

Mengapa paling menguntungkan? Bayangkan saja jika anda beternak burung puyuh, 1 butir telur untuk dikonsumsi dihargai sekitar Rp300 sampai Rp500. Namun ketika anda menetaskan telur burung puyuh dan menjadi anakan burung puyuh, anda dapat menjualnya seharga Rp3.000 sampai Rp5.000/ekor.

Tapi yang akan secara khusus saya bahas pada artikel ini adalah bagaimana tips dan trik yang perlu anda ketahui dalam pemilihan bibit burung puyuh yang unggul. Bibit burung puyuh akan menentukan kualitas burung puyuh dan peternakan anda nantinya. Jadi simak dengan baik ulasan saya ini.

1. Belilah Bibit dari Peternak yang Sudah Berpengalaman
Peternak Puyuh Berpengalaman (pict)
duniaternak.com

Anda harus meperhatikan dengan baik sumber anda mendapatkan bibit burung puyuh agar bisnis burung puyuh anda berjalan sesuai dengan yang anda harapkan. Saya sarankan anda untuk membeli bibit burung puyuh dari peternak yang sudah berpengalaman, yaitu mereka yang sudah berjalan lama dan mempunyai track record yang baik dalam menghasilkan bibit burung puyuh.

Agar anda lebih yakin lagi, cari atau hubungi peternak-peternak lain yang sudah pernah membeli atau menjadi langganan bibit burung puyuh di tempatnya. Hindari membeli bibit burung puyuh dari peternak yang masih baru memulai usahanya, apalagi membeli bibit burung puyuh di pasar burung. Memang harga yang mereka tawarkan tergolong lebih murah, namun para peternak yang sudah berpengalaman pasti akan memberikan burung puyuh terbaiknya karena mereka sedang mengumpulkan pelanggan setia. Maka dari itu untuk menghasilkan telur-telur yang berkualitas, anda juga harus mengambil dari sumber yang berkualitas pula.

2. Pilihlah Bibit yang Berumur Sekitar 3 Minggu
Bibit Puyuh Usia 3 Minggu (pict)
peternakpuyuh.blogspot.com

Umur bibit burung puyuh yang baik dan unggul berusia sekitar 3 minggu. Jangan memilih bibit yang terlalu tua atau terlalu muda. Biasanya bibit burung puyuh yang belum berumur 3 minggu masih rentan terserang penyakit dan mati. Namun jika anda memilih bibit yang sudah terlalu tua, produktifitasnya dalam menghasilkan telur juga pasti sudah berkurang.

Burung puyuh baru belajar bertelur pada usia 5 minggu, dan mulai produktif bertelur pada usia 6 minggu. Jadi ketika bibit yang baru dibeli masih berusia 3 minggu anda mempunyai kesempatan untuk terus memperhatikan dan memenuhi asupan burung puyuh agar nantinya kualitas burung puyuh sesuai dengan apa yang anda harapkan. Jika anda membeli burung puyuh dengan usia lebih dari 3 minggu juga dari peternak yang meng-irit asupan untuk puyuhnya, maka anda akan mendapatkan puyuh dengan kualitas buruk.

3. Perhatikan Ciri Fisik Berikut
Ciri Fisik Bibit Puyuh Unggul (pict)
pixshark.com

Bibit burung puyuh yang unggul dan berkualitas mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut:

  1. Lincah dan aktif bergerak. Jika bibit burung puyuh yang akan anda beli diam saja atau lamban dalam bergerak, kemungkinan sedang terserang penyakit. Bentuk tubuh burung puyuh sempurna, simetris dan anggota tubuhnya lengkap.
  2. Hindari memilih bibit burung yang mengalami kecacatan fisik. Ketika anda memilih bibit dengan bentuk tubuh yang tidak sempurna, hal ini akan mempengaruhi kualitas si burung dan juga telurnya nanti.
  3. Warna bulunya cerah, tidak kusam dan tidak rontok. Warna bulu burung mencerminkan cara si peternak memeliharanya. Jika peternak melakukan pemeliharaan yang baik dan rajin membersihkan kandangnya, pasti warna bulu burung puyuhnya cerah, bersih dan tidak rontok.

4. Hindari Burung Puyuh Tua
Burung Puyuh Tua (pict)
puyuhrabbitryampang.wordpress.com

Kebanyakan dari anda yang masih pemula pasti tergiur pada burung puyuh yang sudah berumur, apalagi ketika penjualnya mengiming-imingi anda dengan rayuan seperti ini. “Beli yang sudah besar aja mas, ga perlu nunggu dewasa lagi. Tinggal dikasih makan, pasti rutin bertelurnya!” Padahal nyatanya periode gemilang puyuh tua tidak akan berlangsung lama. Yang seharusnya anda dapat menikmati masa produktif bertelurnya hingga 11 sampai 12 bulan, namun anda hanya mencicipinya selama beberapa bulan saja.

5. Pastikan Jenis Kelaminnya
Perbedaan Burung Puyuh Jantan dan Betina (pict)
ilmuhewan.com

Cara burung puyuh menghasilkan telur untuk dikonsumsi sama dengan ayam petelur. Betinanya mampu bertelur tanpa mengalami proses perkawinan. Namun karena kita sedang membahas bisnis burung puyuh secara keseluruhan, yang artinya kita tidak hanya fokus pada telur konsumsinya saja, maka kita harus memilih perbandingan calon pejantan dan betina yang sesuai dengan rasio perkawinannya nanti yaitu 1 : 3. Artinya, untuk mengawinkan mereka agar menghasilkan telur berkualitas yang dapat ditetaskan, dibutuhkan perbandingan 1 jantan banding 3 betina.

Untuk itu kita harus dapat mengetahui perbedaan burung puyuh jantan dan betina. Bagaimana caranya? Ternyata mudah saja. Paling tidak ada 4 hal yang menjadi pembeda burung puyuh jantan dan betina:

  1. Bibit burung puyuh jantan memiliki benjolan di bagian pantatnya seperti kelereng. Sementara burung puyuh betina tidak memiliki benjolan di bagian pantatnya.
  2. Burung puyuh betina memiliki bulu dada berwarna sawo matang dan terdapat garis atau bercak hitam. Sementara burung puyuh jantan tidak memiliki garis atau bercak hitam.
  3. Burung puyuh jantan berkokok sementara betinanya tidak. Jika anda mendengar kokokan dari seekor burung puyuh, maka dapat dipastikan itu adalah burung puyuh jantan. Karena burung puyuh betina tidak pernah berkokok.
  4. Bobot burung puyuh betina lebih besar ketimbang jantan. Burung puyuh betina memiliki bobot yang lebih berat dibanding jantan. Jadi bentuk tubuhnya pun juga tidak segagah jantan, karena terkesan lebih gemuk.

6. Suntik Dahulu Setelah Dibeli
Vaksin Burung Puyuh (pict)
tokopedia.com

Ketika bibit burung puyuh sudah anda dapatkan, segera suntik dengan vaksin ND (Newcastle Disease) atau tetelo. Penyuntikan ini diperlukan untuk memastikan kesempatan hidup si burung lebih tinggi.

Sebenarnya jika burung puyuh sudah berumur 3 minggu jarang sekali ada yang mati. Jadi tips ini boleh dilewatkan jika anda merasa bahwa bibit burung puyuh yang anda miliki sudah mempunyai kesempatan hidup yang besar atau ketahanan tubuh yang kuat.